SMP INKLUSI TPA JEMBER

Blog ini memuat tentang artikel pendidikan pada umumnya khususnya pendidikan inklusif dan artikel yang sifatnya mendidik

REGISTRASI ULANG NUPTK

Sehubungan dengan layanan baru NUPTK, di mana data yang ditampilkan pada web tersebut belum sempurna.

Pada tahun 2012 ini BPSDMP dan PMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusa Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan) memiliki program pemutakhiran data NUPTK sekaligus merupakan registrasi ulang Sekolah dan PTK. PTK yang tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK yang telah dimilki dinyatakan tidak aktif. Pemutakhiran data NUPTK secara masal ini sendiri akan dilakukan mulai bulan Mei 2012. Jika anda memiliki NUPTK dan masih aktif sebagai PTK silakan melakukan pemutakhiran yang dapat dilakukan mulai di tingkat Kabupaten, kecamatan maupun sekolah mulai bulan Mei 2012

Untuk persiapan sebelum REGISTRASI ULANG NUPTK, GURU yang sudah PUNYA NUPTK untuk segera mempersiapkan data-data dibawah ini :

1. Pendidikan Formal & Non Formal
2. Riwayat Mengajar
3. Riwayat Pekerjaan PTK
4. Riwayat keluarga PTK
5. Ujian Sertifikasi yang pernah diikuti PTK
6. Karya Tulis PTK
7. Organisasi yang pernah diikuti
8. Penulisan buku yang pernah diterbitkan
9. Studi banding yang pernag diikuti
10. Seminar, lokakarya, workshop yang pernah diikuti PTK
11. Tes Kebahasaan
12. Diklat, penataran yang pernah diikuti PTK
13. Penghargaan yang pernah diperoleh
14. Beasiswa yang pernah atau masih didapat sampai sekarang
15. Tunjangan yang pernah di dapat
16. Perlindungan yang pernah atau masih di dapat (Asuransi atau lainnya)

Sampai saat ini belum ada petunjuk mekanisme proses registrasi.

Untuk kepentingan itu, sebaiknya para PTK mengecek data yang ada pada database NUPTK sehingga pada saat proses registrasi ulang nanti dapat melakukan perbaikan data yang sesuai.
Berdasarkan surat Kepala Badan PSDMP dan PMP nomor 12405/J1/LL/2012, tanggal 19 Maret 2012, yang ditujukan kepada Kepala LPMP seluruh Indonesia, bahwa berkaitan dengan program pemutakhiran data NUPTK, Badan PSDMP dan PMP mengambil kebijakan:

Transaksi data berupa perbaikan dan penambahan data ke server pusat di nonaktifkan selama bulan April 2012.
Pengajuan NUPTK tahun 2012, dilakukan dalam dua periode:

Periode I. Untuk pengajuan NUPTK yang masuk sampai dengan 30 Maret 2012, akan diproses pada April 2012.
Periode II. Pengajuan NUPTK baru dilayani pada 1 – 30 Agustus 2012, dan akan diproses pada September 2012.

Penelusuran NUPTK melaui web secara online saat ini telah tersedia dan pencarian NUPTK sangat mudah. Tampilan data berupa data PTK satu sekolah. Selain itu, nama sekolah yang ditampilkan dilengkapi NSS, NPSN, Jumlah PTK, Jumlah dan rombel siswa.

Dengan web ini maka juga berfungsi untuk menelusuri NSS dan NPSN.

Berikut tampilan web NUPTK yang baru.

Data yang dapat dilihat meliputi:

Peg_id
NUPTK
Nama PTK
Tmp Lahir Usia[th]
Ijazah
Status Peg
Tugas/Jabatan
Masa Krj
Status sertifikasi

Cara melihat NUPTK

Ada tiga cara penelusuran: berdasarkan sekolah, nama, dan NUPTK.

Berikut cara penelusuran berdasarkan nama sekolah

Masuk di sini
Pilih provinsi
Pilih Kab atau Kota
Pilih jeis instansi (Formal, Nonformal, Pengawas)
Pilih jenjang sekolah
Ketik Nama Sekolah (Bila nama sekolah tidak diisi maka hasil pencarian berupa data nama jenjang sekolah satu Kab/Kota)
Klik ‘Cari”

Perlu dikeahui, data yang ditampilkan belum sepenuhnya valid. Untuk itu, rencanya pada bulan Mei akan dilakukan registrasi ulang secara nasional.

Selamat mencoba menelusuri semoga hasil sesuai harapan.

Khasiat Tepung Kanji

Banyak orang menderita maag.Penyakit itu mudah kambuh dan ditandai dengan perut perih,melilit, mual dan kembung. Kekambuhan terjadi jika produksi asam lambung meningkat. Banyak faktor yang dapat merangsang produksi asam lambung, seperti kopi, rokok, minumam beralkohol, makanan pedas dan asam, serta stres. Maag bisa diatasi dengan obat maag yang sekarang dijual bebas dipasaran. Tetapi terlalu sering minum obat maag tentu tidak baik. Sebab obat mengandung bahan kimia, sehingga memberikan efek samping untuk mengatasi maag. Ambil tepung kanji 2 sendok makan, seduh dengan air panas 1/2 gelas. Minum sebelum tidur dan pagi hari. Bila rutin dilakukan, maag akan sembuh dan tidak mudah kambuh lagi
Disamping itu tepung kanji juga berkhasiat untuk orang yang susah tidur dn sudah banyak yang buktikan
Ternyata Alquran lagi-lagi membuktikan bahwa setiap penyakit Allah SWT sudah sediakan obat, tinggal manusia mau ihtiar andak, dan saran saya untuk menghindari efek samping gunakan saja yang alami

Lamar CPNS Harus Kantongi Sertifikat Profesi

JAKARTA — Pemerintah terus menambah persyaratan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Yang terbaru, seseorang bisa mendaftar sebagai CPNS jika sudah mengantongi sertifikat yang menunjukkan yang bersangkutan memiliki kompetensi dasar dan profesi.

Bagi yang tidak mengantongi sertifikat yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini, jangan harap bisa ikut CPNS. Tentunya, ketentuan ini baru akan diterapkan jika masa moratorium penerimaan CPNS sudah dicabut.

Aturan ini menyusul perubahan mekanisme penerimaan CPNS, yang tidak lagi massal, melainkan hanya dibuka jika ada lowongan di bidang tertentu saja. Misal hanya ada lowongan guru matematika, maka saat itu yang direkrut hanya yang punya sertifikat profesi guru matematika saja.

“Basis yang kita gunakan dalam penerimaan CPNS adalah kompetensi. Karena itu pelamar harus memenuhi persyaratan kompetensi dasar dan kompetensi profesi,” kata Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan-RB) Eko Prasodjo di kantornya, Jakarta, Jumat (6/1).

Kompetensi dasar, lanjutnya, bisa didapatkan kapan saja. Begitu lulus perguruan tinggi, alumnus yang tertarik jadi PNS bisa ikut tes kompetensi dasar di Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Nantinya yang ikut tes akan mengantongi sertifikat kompetensi dasar,” ujarnya.

Kompetensi profesi, pengujiannya juga dilakukan di BKN. Hanya saja setelah melewati tahapan pengujian kompetensi dasar.

“Dengan memliki dua sertifikat kompetensi itu, seorang pelamar kapan saja bisa mengikuti seleksi CPNS di instansi yang membutuhkan SDM,” terang guru besar Universitas Indonesia ini.

Diwajibkannya CPNS memiliki kompetensi dasar dan profesi ini, lantaran pola rekrutmen yang akan didasarkan pada lowongan jabatan. “Jadi bukan atas dasar kuota serta formasi. Kalau suatu instansi butuh jabatan tenaga guru matematika, maka yang dibuka lowongan untuk guru matematika saja. Lainnya yang bukan guru matematika tidak bisa melamar karena tidak ada jabatan buat yang bersangkutan,” tandasnya.

Dia berharap pola rekrutmen ini akan segera diberlakukan, begitu moratorium CPNS dibuka lagi. (esy/jpnn)
sumber : http://www.jpnn.com/read/2012/01/07/1134…

Pendidikan Karakter, Masihkah Perlu !

Pada Kesempatan ini saya postingkan tulisan dari Prof. DR H AZMI, MA yang merupakan RESPONS TERHADAP TULISAN DARMAN MOENIR

Saya diminta saudara Darman Moenir (DM) membaca artikelnya Hentikan Program Pendidikan Barkarakter! Haluan, Senin, 26 Desember 2011 yang menolak pendidikan karakter di sekolah.
Jika saya melalui SMS menyatakan sangat setuju, bukan berarti saya setuju tidak ada pendidikan karakter di sekolah atau di mana saja. Yang saya tidak setuju adalah lang­kah yang sekarang dilakukan, seperti seminar-seminar berke­pan­jangan atau menghadirkan lagi mata pelajaran tambahan khusus untuk itu yang menurut DM hanya menghabiskan uang saja sementara masalahnya sudah jelas.

Kenyataan memang memper­ton­tonkan bahwa bangsa ini seperti sudah tidak punya karakter yang baik yang tersisa. Setiap hari kita lihat media mempertontonkan caci maki di parlemen, tawuran di kampus, demonstrasi yang merusak, pejabat yang berfoya-foya, rakyat kecil yang tergusur dan seterusnya, serta perbuatan korup (semua perbuatan yang tidak baik) lainnya yang kadang membuat kita muak dan kesal. Reformasi politik seperti telah menghasilkan kebebasan tanpa batas, yang seperti sering saya katakan kepada teman dekat, ‘kebebasan monyet di hutan’, yang rebutan apa saja tanpa mengenal aturan. Semua diukur dari sudut pandang sendiri, kelompok sendiri, bahkan kepen­tingan diri sendiri. Untuk kepentingan sendiri, orang meloncat dari pohon ke pohon yang berbuah lebat, untuk kemudian pindah lagi manakala buahnya telah habis, atau ketika melihat di pohon lain buahnya lebih enak. Dari kenyataan ini pendidikan karakter terasa sangat mendesak, tapi tentu bukan dengan mengembalikan Pendidikan Moral Pancasila gaya lama ke sekolah, melalui indok­trinasi massal. Bukankah selama Orde Baru penataran P4 sudah menghabiskan biaya tak terhi­tung, dan apa hasilnya?

Perlunya masyarakat dan bangsa yang berkarakter baik sejak lama sudah dirasakan. Bukankah nabi-nabi dan tokoh agama diturunkan untuk mem­per­baiki akhlak manusia? Bukan­kah Nabi Muhammad telah mengatakan bahwa kedatangan­nya adalah untuk membuat akhlak mulia, makarimal akh­laq? Hal yang sama juga dilakukan Buddha, Jesus dan Konfucius, mendidik manusia berperilaku mulia di antara sesama makhluk Tuhan dan kepada Tuhan. Oleh karena itulah semua ibadah dalam Islam misalnya, selain menjaga hubu­ngan baik dengan Allah, juga selalu dihubungkan dengan hubungan yang baik antar manusia, ‘hablun minan naas’. Orang yang menjalankan shalat yang benar seharusnya dapat menghindari perbuatan yang tidak baik, dapat menghindari ‘fahsya dan mungkar’, orang yang berpuasa harusnya lebih bisa menahan diri dan peduli akan kekurangan orang lain, yang pergi haji menyadari keragaman hamba Tuhan dan seterusnya. Seorang Muslim yang baik adalah yang sadar bahwa Allah ada di mana-mana, sadar bahwa malaikat mengamati segala perilakunya yang akan dipertanggung jawabkan di hari kemudian. Muslim yang baik adalah yang optimis dan bekerja keras dalam hidup karena yakin Allah akan membantu, dan menjauhi perbuataan tidak baik dan korup karena yakin Allah menghukumnya. Sayangnya yang terjadi di Indonesia adalah sebaliknya. Korupsi, caci maki, mementingkan diri sendiri dianggap sebagai ideologi, harta dan kekuasaaan sebagai tujuan.

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Pepatah lama ini tetap saja ada kebenarannya. Apa yang kita kemukakan dalam awal tulisan ini adalah con­tohnya. Hampir tidak ada lagi lembaga dalam masyarakat yang bebas dari kekurangan. Saling tuduh, saling caci, saling lempar, saling pukul, sementara melu­pakan kejelekan sendiri. Ketika seorang tokoh politik menje­lekkan lawannya, dia lupa bahwa dia atau mungkin kawannya juga melakukan hal yang sama. Ketika ‘tokoh-tokoh agama’ bersepakat menuduh yang lain pembo­hong, bukankah ini petujuk bahwa tokoh-tokoh tersebut telah kehilangan ketokohannya karena tidak berhasil atau gagal membina ummat mereka. Apa­kah ada agama yang mendorong pemukanya mencaci orang lain di muka umum? Apakah yang dimaksud dengan tokoh?

Pendidikan karakter perlu. Thomas Lickona mengemukakan bahwa tujuan pendidikan karak­ter adalah menghasilkan orang baik (good people), yang dapat berbuat dan menyayangi (who can work and love), sekolah yang baik (good schools) yang peduli dan kondusif untuk belajar, dan sebuah masyarakat yang baik yang secara efektif dapat memecahkan masalah sosial dan kemiskinan. Dalam konsep Islam orang yang baik adalah yang menyayangi orang lain seperti menyayangi diri sendiri, yang baik hubungannya dengan Allah dan baik hubu­ngannya dengan sesama, yang selamat orang lain dari perbuatan dan perkataanya. Orang Kristen melihat contoh yang baik dari Jesus yang mau menebus dosa orang lain dengan mengor­bankan dirinya, orang Buddha menekankan pada perbuatan baik (dharma), Nabi Musa mengemukakan 10 nasehat (ten commandments) dan seterusnya.

Apa ukuran kebaikan atau yang baik? Islam punya rumu­san yang pas. Allah berfirman: pada dirimu apakah anda tidak amati, ‘fi anfusikum afala tubsirun?’ Bagaimana aplikasi ayat ini? Kalau anda suka orang lain melakukannya pada diri anda, lakukan pula hal yang sama pada orang lain, jika anda tidak suka, jangan lakukan kepada orang lain. Jika anda tidak suka dimaki, dicaci, ditipu, dijajah, diperkosa orang lain, jangan lakukan hal yang sama pada orang lain. Jika anda tidak suka orang malas dan suka meminta, maka anda jangan malas dan suka meminta. Jika masya­rakat anda telah menentukan norma yang baik, maka ikutilah norma itu, karena anda juga tidak suka orang yang melanggar norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat.

Pendidikan karakter haruslah mencakup aspek pengetahuan, yakni tahu mana yang baik; aspek perasaan, yakni merasa perlunya nilai dan sikap yang baik; serta aspek perbuatan atau amal, yakni melakukan atau mengamalkan perbuatan yang baik. Penekanan pendidikan karakter adalah pada pengamalan perbuatan yang baik, tidak sekadar hanya tahu dengan yang baik.

Pendidikan karakter menca­kup dua sisi yakni sisi personal dan sisi sosial. Sisi personal mencakup sikap-sikap terhadap diri sendiri yakni: 1) bersikap positif pada diri sendiri, 2) berani menantang perbuatan yang merugikan diri sendiri dalam jangka pendek atau panjang, 3) jujur dan terbuka, 4) mempunyai etos kerja yang tinggi, ulet, rajin dan pantang menyerah, 5) berani dan kukuh dengan kebenaran, 6) berani mengambil resiko untuk kebai­kan diri, dan 7) tidak korup/curang dalam setiap tingkah laku. Sisi sosial mencakup sikap terhadap luar diri sendiri yakni: 1) memupuk sikap saling meng­hormati, toleran pada perbedaan, 2) memupuk sikap kebersamaan dan persamaan, 3) memupuk kebiasaan pemurah dan mem­bantu orang lain, 4) berkomu­nikasi dengan baik dengan orang lain, ramah dan hormat, 5) memelihara/peduli pada kepen­tingan umum, tidak merusak fasilitas umum, dan menjaga kelestarian alam. Sisi sosial ini sebenarnya berujung pada cinta bangsa dan negara, dan kedua sisi membentuk warga negara yang baik, tujuan utama dari pendidikan nasional.

Pendidikan karakter adalah pembentukan sikap hidup atau moral yang tidak mudah. Peri bahasa Inggris mengatakan “moral is caught, not taught”, moral atau sikap hidup diserap, bukan diajarkan, apalagi diindok­trinasikan. Ini berarti bahwa pendidikan karakter lebih mene­kankan pada contoh dan perilaku yang dapat diamati dari orang yang ditokohkan. Ada tiga agen yang berperan dalam pemben­tukan karakter seseorang, yakni orang tua, guru dan lingkungan sosial sehari-hari. Aspek dan cakupan yang dikemukakan di atas bukan untuk diindoktrina­sikan dan dihafalkan tapi untuk dicontohkan dan diamalkan. Pencontohan mengharuskan para agen perubahan tingkah laku atau karakter tersebut terlebih dahulu mengubah tingkah lakunya. Oleh sebab itu guru jangan kencing berdiri (berbuat tidak baik).

Pencontohan (modeling) harus dilakukan sepanjang waktu secara konsisten. Kosis­ten­si adalah kunci kedua keber­hasilan pendidikan karakter. Konsistensi berarti pembiasaan tingkah laku yang baik kapan saja dan dimana saja. Karakter yang baik haruslah menjadi kebiasaan yang membudaya.

Pembelajaran karakter jika diberikan khusus dalam pendi­dikan agama atau PKN haruslah dilakukan melalui diskusi terbuka sehingga setiap orang sadar betul mengapa dia harus berpe­rilaku seperti itu. Pemaksaaan hanya akan menimbulkan sifat munafik, lain di depan, lain di belakang. Berikan pengalaman langsung, misalnya rasakan bagaimana rasanya disepelekan dan ditipu.

Pendidikan karakter tidak seharusnya dengan menam­bahkan mata pelajaran baru. Semua kegiatan belajar di sekolah adalah wahana pembe­lajaran karakter. Setiap kegiatan belajar, IPA, IPS, dan Bahasa dapat diselipkan pendidikan karakter, seperti pendidikan bekerja sama, saling menghor­mati dan berlaku jujur antar sesama. Adanya mata pelajaran antikorupsi atau pengajaran karakter yang baru hanya membuang waktu dan dana.

Yang lebih penting adalah mengubah sikap pelaksana pendidikan di sekolah, termasuk perubahan tingkah laku peme­gang kebijakan pendidikan. Bupati atau walikota yang mengangkat guru atau kepala sekolah bukan karena karakter mereka baik tapi karena berasal dari tim sukses atau orang sekampung pasti sadar betul bahwa perbuatan itu tidak mereka senangi kalau dilakukan orang lain kepadanya. Atau kalau seperti kata ayat Qur’an mereka sudah pekak dan buta, berhati batu. Oleh sebab itulah Marvin Berkowitz mengemukakan “Ef­fec­­tive character education is not adding a program or set of programs to a school. Rather it is a transformation of the culture and life of the school,” pendidikan karakter yang efektif bukanlah menam­bahkan program baru ke seko­lah, tapi adalah transformasi budaya dan kehi­dupan di sekolah.

Terakhir, pendidikan karakter memerlukan kontrol. Perilaku yang tidak baik atau menyim­pang harus diatasi dengan penegakan aturan dan disiplin. Pelanggar harus dikenai sangsi, berat atau ringan. Sangsi tidak selalu harus berupa hukuman. Harus dicari cara yang sesuai yang bersifat memberi kesadaran pada seseorang untuk tidak berbuat tidak baik.

Pendidikan karakter tidak dapat diserahkan hanya kepada guru di sekolah. Pendidikan karakter harus menjadi beban kita semua, sekolah dan masya­rakat secara keseluruhan. Seko­lah tidak dapat memoles calon warga masyarakat sendirian. [Sumber : Harian Haluan]

PEDOMAN BOS 2012

PERMENDIKNAS NO. 51 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN BOS 2012 http://www.4shared.com/office/_7aOTYNB/n…
LAMPIRAN 1 PERMENDIKNAS NO. 51 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN BOS 2012 http://www.4shared.com/office/CUXU4EzE/n…
LAMPIRAN 2 PERMENDIKNAS NO. 51 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN BOS 2012 http://www.4shared.com/office/2WanQcXA/n…

UN, Sekolah tak Dilibatkan

hariansinggalang.co.id. SEPERTINYA teknis penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2011/2012 tingkat SLTA dan SLTP, mengalami perbedaan cukup signifikan dibanding tahun lalu. Salah satunya, pihak sekolah tidak dilibatkan lagi mengawasi ujian. Bahkan, Panitia Provinsi tidak dilibatkan dalam penggandaan soal.

Seperti dilaporkan Singgalang akhir pekan lalu, Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP-Kemendikbud), Prof Jamaris Jamna di Universitas Negeri Padang, pada 2012 ini soal akan dicetak sebanyak lima paket, sementara UN tahun lalu hanya dicetak 2 paket saja. Selain itu, soal akan digandakan oleh pihak pusat. Panitia provinsi tidak lagi dilibatkan.

Menurutnya, adanya perubahan teknis ini ditujukan agar tidak terjadi kecurangan, baik di pihak panitia lokal, sekolah dan siswa. Dengan dibaginya soal ke dalam lima paket, kemungkinan siswa melakukan tindak kecurangan bisa lebih dieliminir. Lima paket ini disesuaikan dengan susunan duduk siswa yang juga dibagi sebanyak 5 baris di ruang ujian nantinya.

Dalam pembuatan soal, distribusi hingga pembagian sepenuhnya diurus pusat. Panitia lokal, seperti Dinas Pendidikan di kab/kota hanya bertugas memfasilitasi tanpa bisa menyentuh soal sedikit pun. Dalam pelaksanaan, sekolah hanya menyediakan tempat saja.

UN itu sendiri dilaksanakan pada 16-19 April 2012 untuk tingkat SLTA. Sementara untuk SLTP, dilaksanakan pada 23-26 April 2012.

Adanya perubahan teknis dalam penyelengaraan UN 2012 ada yang sependapat dan tidak sependapat dengan kebijakan pusat.

Dalam hal ini, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumbar, Zainal Akil, menyatakan, rencana pemerintah pusat untuk tidak melibatkan guru, Dinas Pendidikan di provinsi hingga kabupaten/kota dalam pembuatan soal, pendistribusian hingga pengawasan pelaksanaan UN 2012 mendatang, menunjukkan terjadinya krisis kepercayaan pemerintah terhadap guru.

Artinya, menurut Zainal Akil, guru tak dipercayakan lagi sebagai pembimbing, penguji, pengawas dan pemberi nilai kepada siswa. Ini, menjadi suatu dilema pendidikan untuk masa mendatang. Guru pun merasa sedih, menurutnya.

Tentu saja, dengan kebijakan pusat seperti yang disebutkan di atas tadi ada nilai positif dan negatifnya. Nilai positifnya, akan mengurangi adanya tindakan kecurangan yang dilakukan siswa dalam pelaksanaan UN, kebocoran soal UN dan menjaga independensi sekolah.

Sedangkan nilai negatifnya, sepertinya tidak ada lagi kepercayaan guru untuk melakukan pengawasan lagi.

Jika disimak permasalahan itu, sebenarnya pemerintah masih dapat memanfaatkan tenaga guru, tanpa ada kecurangan lagi, serta pengawasan yang super ketat. Seperti, memasang Closed Circuit Television (CCTV), perangkat yang digunakan untuk mengawasi dan merekam aktifitas dalam suatu lokasi UN. Serta mengambil sumpah guru pengawas UN.

Jika itu dilakukan, maka segala bentuk kecurangan dapat dieleminir, tentunya.

SKL UN SD/MI SMP/MTs, SMA/MA, SMK, KISI-KISI UN , POS UN , TANYA JAWAB UN 2011/2012

SKL SMP/MTs, SMA/MA, SMK UN 2011-2012
 http://www.4shared.com/office/G3k4LQ_z/p…
KISI-KISI SMP/MTs, SMA/MA, SMK UN 2011-2012UN 2011-2012
 http://www.4shared.com/office/5Cup-Cfa/k…
POS SMP/MTs, SMA/MA, SMK UN 2011-2012UN 2011-2012
 http://www.4shared.com/office/WnuE_mza/p…
TANYA JAWAB UN 2011 2012
 http://www.4shared.com/office/wFH9uaH1/t…
POS UN SD, MI Tahun 2011-2012
 http://www.4shared.com/office/q_LcnJSJ/P…

KISI-KISI UN 2011-2012

nbsp;http://www.4shared.com/office/5Cup-Cfa/k…

Illustrasi kehidupan

yang luar biasa..
Mudah2an sempat dibaca.

Seorg dokter yg sdg bergegas masuk ke dlm ruang operasi..
Ayah dr anak yg akan dioperasi menghampirinya
“Knp lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tau,nyawa anak sy terancam jk tdk segera di operasi?”
Labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum,
“Maaf, sy sedang tdk di RS tadi, tp sy secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS.”

Lalu ia menuju ruang operasi,
setelah beberapa jam ia keluar dg senyuman di wajahnya. “Alhamdulillah keadaan anak anda kini stabil.”
Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tsb berkata “Suster akan membantu anda jk ada yg ingin anda tanyakan.” Dokter tsb berlalu.

“Knp dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!”
Sang ayah berkata pd suster.

Sambil meneteskan airmata suster menjawab:
“Anak dokter tsb meninggal dlm kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya u/ melakukan operasi pd anak anda. Skrg anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung.” …. :O

JANGAN PΕRNΑН TERBURU2 MENILAI SESEORANG..
Tp maklumilah tiap jiwa disekeliling kita yg menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita…

Αdα air mata dibalik setiap senyuman..
Αdα kasih sayang dibalik setiap amarah..
Αdα pengorbanan dibalik setiap ketidak pedulian..
Αdα harapan dibalik setiap kesakitan..
Αdα kekecewaan dibalik setiap derai tawa..

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dg rasa maklum yg semakin luas & bersyukur dg apa yg telah TUHAN berikan dlm hidup ini.

INGAT, kita bukan satu2nya manusia dg segudang masalah…

Tersenyumlah ..
Senyum mampu membasuh setiap luka ..
Maafkanlah..
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit..

Harï iñi αкü menyapa engkau dèngαn senyuman..
Semoga harimu indah.. :) ;)

Menyambut Tahun Baru 1432 H Bagaimana Hari Esok ?

Seperti biasa, matahari terbit di waktu pagi lalu terbenam di senja hari. Namun, ada pertanyaan baru yang patut untuk kita renungi, “Apa yang telah kita kerjakan untuk mengisi hari itu?” Berapa banyak hari yang berlalu. Berapa banyak umur telah kita lewati. Sedikit di antara kita yang menghitung diri, menjinakkan nafsu dengan muhasabah (perhitungan). Bahkan kebanyakan kita membiarkan hari-harinya lewat bbegitu saja – tenggelam di dalam lautan kelalaian dan gelombang panjang dangan angan-angan.
Ketika fajar menyingsing, banyak di antara umat manusia yang menyambut dengan niat yang tidak lurus. Setelah sehari terlewatkan, kembali menuju tempat tidur masing-masing dengan niat yang tiada beda pula dengan hari kemarin. Seorang bijak ditanya, “Dengan niat apakah seseorang bangun dari tempat tidurnya? Maka dia menjawab, “Jangan kau tanya tentang bangunnya dulu, sehingga diketahui bagaimana dia itu (berniat) tidur. Barangsiapa yang tidak tahu bagaimana dia (niat) tidur, maka tidak tahu pula bagaimana dia bangun”.
Wahai saudaraku, mari kita perhatikan matahari yang terbit dan tenggelam. Sudahkah kita renungkan hari yang kita lalui? Mari kita tanya, apa yang sudah kita persembahkan untuk kebaikan. Apakah yang kita perbuat ini untuk menyambut hari-hari kita? Amat banyak anak Adam yang tidak memiliki perhatian terhadap berlalunya waktu. Padahal nafas kita adalah sesuatu yang dihitung dan ditulis.
“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, Kitab apakah Ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. (Al-Kahfi:49)
Dan juga firman Allah SWT, artinya:
“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Infithar:10-12)
Nafas-nafas terhitung, amal-amal tertulis. Andaikan orang-orang yang lalai mau memikirkan ini semua, tentu akan hati-hati terhadap diri sendiri. Akan manahan diri dari jalan yang menyimpang. Kondisi seperti ini perlu diciptakan dalam diri kita. Sehingga mendapat bimbingan dari Allah Swt.
Seorang bijak berkata, “Ketika pagi hari, maka selayaknya seseorang berniat untuk empat hal: Pertama melaksanakan apa yang diwajibkan Allah atasnya; Kedua, menjauhi apa saja yang Dia larang; Ketiga berlaku adil antara dirinya dengan orang lain yang ada hubungan muamalah; Keempat memperbaiki hubungan (ishlah) dengan orang yang memusuhinya. Jika dia menyongsong pagi dengan niat-niat ini, maka aku berharap dia termasuk orang shalih yang beruntung”.
Wahai Saudaraku! Untaian kalimat tadi – memuat berbagai macam pintu kebaikan. Maka orang yang melakukannya berarti telah mendapatkan taufiq dan bimbingan untuk meniti jalan yang benar. Mari kita renungkan, apakah diri kita termasuk orang-yang demikian? Jika jawabannya “iya” maka perbanyaklah memuji Allah Ta’ala. Memohon tambahan dari keutamaan-Nya dan ketetapan hati untuk menetapi hal itu. Jika jawabannya “tidak” atau “belum”, maka lihat dan koreksi kembali diri kita sebelum hilang seluruh kesempatan. Bersegera memperbaiki segala urusan, mohon kepada Allah – taufiq untuk dapat menempuh jalan kesuksesan.
Jangan kita keluar dari rumah di pagi hari, kecuali untuk sesuatu kebaikan yang diridhai oleh Allah. Sungguh merugi, sungguh celaka mereka yang melewati hari-harinya dengan sia-sia. Bukan dengan melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Ketika matahari bersinar di siang hari, mereka melewati dengan kemaksiatan. Dan, ketika dia terbenam, mereka mengakhiri hari itu dengan kemaksiatan pula. Hari kita adalah umur kita. Jika telah lewat sehari, maka semakin dekat jalan kematian yang akan kita tuju. Dan bila maut benar-benar telah datang, maka habis sudah hari kita itu. Tidak tahu, besuk atau bahkan nanti datangnya kematian itu.
Dawud ath-Tha’i Rahimahullaah juga mengatakan, “Malam dan siang tak lain hanya sekedar perjalanan yang pasti dilewati oleh seluruh manusia. Sehingga hari-hari itu habis mereka lewati sampai akhir perjalanan. Jika engkau mampu menyiapkan bekal pada setiap harinya untuk perjalanan yang akan datang (akhirat), maka lakukan itu. Karena terputusnya perjalanan sudah dekat, sedang urusan (datangnya) lebih cepat dari itu. Berbekallah untuk perjalananmu, dan selesaikan urusan yang dapat kau selesaikan. Seakan-akan urusan itu selalu mengagetkanmu.”
Demikianlah orang sholeh memahami betapa berartinya waktu dan umur. Mereka berusaha sekuat tenaga menghabiskan hari-harinya di dalam ketaatan kepada Allah. Maka sepantasnya setiap orang yang berakal menghitung dirinya, lalu mengarahkannya menuju jalan ketaatan. Demikian setiap hari ketika menyambut pagi hari yang baru. Lebih-lebih dalam memasuki tahun baru. Ketika menuju pembaringan di malam hari, hendaknya mengulang lagi muhasabah itu dan terus bertanya kepada dirinya sendiri.
Al-Mawardi Rahimahullah memberitahukan kepada kita, bagaimana cara melakukan muhasabah; Yaitu dengan melihat kembali pada waktu malam – lembaran yang telah dilewati sepanjang siang hari. Karena waktu malam lebih dapat mengingat apa yang terlintas dalam benak. Lebih berkonsentrasi dalam berfikir. Jika yang telah dilalui adalah terpuji, maka biarkan dia lewat, lalu ikuti dengan yang serupa dan sebanding dengannya. Jika merupakan perbuatan tercela, maka susul dengan kebaikan, dan berhentilah dari perbuatan seperti itu di hari yang akan datang.
Ibnu Umar Radhiallaahu anhu ketika beliau ketinggalan shalat berjama’ah suatu malam, kemudian terlambat shalat Maghrib pada suatu petang, sehingga bintang-bintang sudah tampak, maka beliau menebus dengan memerdekakan dua budak. Berapa nilainya dua budak itu. Kalau satu budak mislanya senilai seekor unta, maka beliau mengeluarkan dua unta. Kalau sayu unta senilai tujuh juta rupiah, maka dua unta senilai empat belas juta rupiah. Ini sebagai pengganti satu ketinggalan shalat berjamaah dan terlambat shalat maghrab. Begitu tingginya nilai yang harus dibayarkan untuk menggantinya.
Subhanallah. Bagaimana penyesalan diri kita kalau tertinggal berjamaah dan terlambat shalat ? Adakah penyesalan yang setinggi itu?
Telah berkata Sa’id bin Jubair, “Seluruh hari yang dilalui oleh seorang mukmin adalah ghanimah (harta rampasan)”. Dan itu benar, bahwa seluruh hari-hari kita adalah ghanimah. Ia merupakan kesempatan emas untuk berbekal dengan kebaikan. Menumpuk berbagai amal shaleh. Kesempatan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala. Namun tidak terlalu banyak orang yang mau memahami dan mengambil manfaat dari hari-hari mereka.
Anda akan melihat sebagian besar manusia terlena berjam-jam dalam setiap hari. Mereka bahkan terlena pada sebagian besar hari-hari yang begitu banyak. Maka berlalu hari demi hari. Umur pun semakin habis. Mereka tetap dalam kelalaian. Dunia dan segala angan-angan telah membuat mereka terbuai. Kemewahan dan kemegahan menghalangi mereka dari jalan yang lurus. Syaitan terus mengulurkan tali angan-angan yang penjang tanpa batas. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan
memanjangkan angan-angan mereka.” (QS. Muhammad, 47:25)
Berkata al-Hasan al Bashri, “Syaitan menghiasi di mata mereka berbagai macam dosa, lalu mengulur-ulur mereka di dalam angan-angan yang panjang.”
Berkata pula Al Hafizh Ibnu Hajar, “Panjang angan-angan akan melahirkan rasa malas mengerjakan ketaatan, menunda-nunda taubat, cinta dunia, melupakan akhirat serta kerasnya hati. Kelembutan dan kebeningan hati, hanya akan diraih dengan mengingat mati, kubur, pahala, siksa serta huru-hara di Hari Kiamat. Sebagaimana difirmankan Allah Subhannahu wa Ta’ala, artinya;
“Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.” (QS. Al-Hadid, 57:16)
Manusia yang berakal adalah dia yang menjadikan dunia ini sebagai ladang untuk akhirat. Menanam dan menyirami dengan berbagai amal shaleh agar dapat memetik buahnya kelak di akhirat. Hari itu, manusia tidak mendapatkan apa-apa kecuali apa yang telah diperbuatnya berupa kebaikan maupun keburukan.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, “Segera kalian susul dengan amal (shalih) berbagai fitnah, seperti potongan malam yang gulita. Seseorang beriman di pagi hari lalu kafir di sore hari, atau beriman di sore hari dan menjadi kafir di pagi hari.”
Wahai saudaraku, apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut suatu hari, di saat kita sendirian di dalam kubur. Apakah selama ini kita termasuk orang yang terlena dengan angan-angan yang panjang. Ataukah termasuk orang yang menggunakan bashirah (pandangan yang jernih) yang beramal untuk hari esok? Kita hendaknya bersikap dinamis. Ada maqalah, man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, man kana yaumuhu sawaan min amsihi fahuwa maghbunun, man kana yaumuhu syarran min amsihi fahuwa mal’unun. Barangsiapa hari ini lebih baik dari pada kemarin, dia beruntung. Barangsiapa hari ini sama dengan kemarin, dia tertipu. Dan barang siapa hari ini lebih buruk dari pada kemarin, dia terlaknat.
Maka segeralah berintrospeksi, menghitung diri. Karena dunia adalah Darul Ghurur (tempat yang memperdaya), pasti akan ditinggalkan. Tidak ada yang terlena, kecuali orang jahil. Untuk itu perhatikan kiat-kiatnya sbb :
• Ketika pagi tiba, mulailah hari dengan berdzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala, sebagai mana diajarkan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Jangan lupa membaca do’a pagi hari.
• Sambutlah hari itu dengan niat yang benar. Berazam melakukan ketaatan. Menjauhi segala maksiat serta memohon kepada Allah taufik dalam jalan yang diridhai.
• Tahanlah tangan dan mulut kita dari mengganggu sesama muslim. Jangan mengumbar mulut untuk mensuarakan fitnah. Sayangi orang yang lemah dan ajari mereka yang tidak tahu.
• Senyumlah di hadapan sesama muslim. Senyum itu adalah shadaqah.
Senang jika sesama muslim mendapatkan kebaika. Sebagaimana kita senang jika mendapatkannya. Jangan malah sebaliknya, mendoakan saudaranya mendapat keburukan.
• Jangan sepelekan perbuatan baik walau hanya perkara kecil dalam pandangan kita.
• Jika ada kesempatan bertaqarrub kepada Allah, maka jangan sia-siakan.
• Bergegaslah mengumpulkan kebaikan – sebagaimana Anda senang jika harta kita terkumpul.
• Jauhkan diri kita dari segala bentuk kemaksiatan, atau segala sesuatu yang mengantarkan kepadanya.
Pintu kebaikan amatlah banyak tak berbilang.
Apa yang tersebut tadi hanya sebagai pengingat saja. Orang yang menjadikan hari-harinya penuh dengan kebahagiaan, kebaikan dan ketaatan, maka dialah orang yang telah mendapat taufik. Semoga hari esok lebih baik dari pada hari ini. Dan, tahun ini lebih baik dari pada tahun kemarin. Wallahu a’lam bish showab. (AS)
Sumber: Buku “Kaifa Tastaqbil Yaumak”, Azhari Ahmad Mahmud, Dari Ibn Khuzaimah, Riyadh, dan sumber lain.